Tips Mengelola Keuangan Bisnis Untuk Jangka Panjang | Toko Kain Surabaya

Windy 5 May 2021 at 6:42
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Tips Mengelola Keuangan Bisnis Untuk Jangka Panjang

 

Banyak orang yang bisa membangun bisnis, tapi hanya sebagian yang benar-benar bisa mempertahankannya. Selainnya? Menyerah karena berbagai hal, entah itu dari ketidakmampuan mengelola, kalah oleh persaingan, atau permasalahan lain. Salah satu yang cukup sering terjadi, oleh pengelolaan keuangan yang tak cukup bagus.

Ironisnya, masalah keuangan yang menjadi penyebab utama itu, tak selalu berasal dari “produk yang tak laku”. Tapi justru ada sebagian kasus dimana produk sangat laku dan pelanggan terus bertambah. Omset meningkat signifikan, tapi nilai bisnis masih saja stagnan. Hingga akhirnya kalah oleh pengeluaran yang semakin besar dan performa bisnis merosot tajam!

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Akan kami ulas selengkapnya berikut dengan tips untuk mengelola bisnis supaya bisa bertahan untuk jangka panjang!

 

Kesalahan Umum dalam Pengelolaan Keuangan Bisnis

Salah satu yang menjadi awal mula masalah bagi keuangan bisnis adalah tidak menyadari bahwa pebisnis melakukan kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Karenanya penting untuk memahami terlebih dulu tentang kesalahan yang sering dilakukan oleh pebisnis. Sehingga dengan begitu Anda bisa belajar untuk menghindarinya atau mengantisipasinya:

1. Tidak Mencatat Laporan Keuangan

Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah mengabaikan laporan keuangan. Padahal idealnya setiap transaksi harus tercatat hitam di atas putih. Jika saja ada satu transaksi yang tidak tercatat, itu bisa menjadi ketidakseimbangan neraca di kemudian hari.

 

Kalaupun Anda tidak sempat untuk melakukan hal teknis seperti halnya pencatatan transaksi, coba pertimbangkan untuk merekrut pegawai khusus di bidang administrasi. Sehingga Anda bisa fokus untuk pengembangan bisnis dan keuangan tetap terkelola dengan baik.

 

2. Mencampuradukkan Dana Bisnis dan Dana Pribadi

Kesalahan berikutnya yang tidak kalah fatal adalah mencampurkan antara keuangan bisnis dan keuangan pribadi. Hal itu akhirnya membuat keuangan bisnis menjadi tidak jelas. Tak heran jika bisnis menjadi stagnan, karena kemungkinan besar, uang bisnis yang seharusnya digunakan untuk pengembangan, justru dipakai untuk kebutuhan pribadi.

Hal ini menjadi sangat relevan karena seringkali pemilik bisnis menganggap bahwa ketika bisnis mendapatkan keuntungan yang lebih besar, maka ia berhak menerima pendapatan yang lebih besar. Padahal ia juga perlu untuk mempertimbangkan sebagian uang bisnis untuk melakukan pengembangan usaha.

 

 

3. Arus Kas Berantakan

Hal ketiga yang menjadikan bisnis menjadi stagnan atau bahkan hancur adalah pencatatan arus kas yang berantakan. Uang bisnis dipakai secara sembarangan, tanpa mempertimbangkan apakah itu akan menguntungkan atau sebaliknya merugikan. Pada akhirnya ketika bisnis benar-benar membutuhkan uang itu, misalnya untuk menambah stok bahan baku, tidak tersedia cukup banyak.

Jika hal ini dibiarkan terus terjadi, bukan hanya keuangan yang kacau, tapi bisnis Anda juga ikut kacau. Karena banyak aktivitas bisnis yang menjadi terhambat.

 

4. Kurang Pengetahuan Keuangan

Kesalahan berikutnya yang juga berbahaya jika terjadi pada bisnis Anda adalah, kurangnya pengetahuan dari pengelola keuangan. Entah itu Anda sendiri yang menjalankan administrasi ataupun pegawai yang direkrut untuk menanganinya secara khusus. 

 

 

Misalnya yang cukup banyak terjadi adalah pebisnis mengambil pinjaman terlalu besar pada lembaga perbankan. Dianggap bahwa itu secara otomatis akan mendukung pengembangan bisnis. Tanpa menyadari bahwa kapasitas keuangan bisnis tidak cukup kuat untuk menangani cicilan rutinnya. Akhirnya bukannya bisnis berkembang, tapi justru hancur berantakan karena asetnya disita oleh bank.

 

Tips Mengelola Keuangan Bisnis

Setelah memahami kesalahan pengelolaan keuangan bisnis yang sering dilakukan pebisnis, berikut ini kami bagikan beberapa tips yang terbukti efektif. Agar nantinya bisnis Anda bisa survive dalam segala kondisi baik saat pasang maupun surutnya pelanggan. 

1. Perencanaan adalah Kunci!

Bukan hanya sekadar coretan atau ketikan di kertas yang disampaikan secara lantang setiap awal tahun. Perencanaan adalah sesuatu yang benar-benar penting untuk bisnis Anda, untuk terus on the track pada sasaran. Misalnya bulan ini mencapai target A, bulan berikutnya mencapai target B dan seterusnya.

 

 

Dengan begitu apa yang berjalan dalam bisnis Anda tetap terjaga on the track, termasuk soal keuangan. Bisnis Anda akan memiliki pedoman tentang apa yang perlu dibeli, apa yang perlu dipertahankan, dan apa yang perlu diperbanyak atau dikembangkan. Sehingga uang yang ada tidak terbuang sia-sia.

2. Bayar Pajak Rutin

Sebenarnya setiap pebisnis pasti paham bahwa pajak adalah salah satu pengeluaran pasti dalam berbisnis. Apalagi untuk bisnis yang sudah terdaftar resmi dan wajib pajak. Jika sampai terjadi penunggakan, itu secara otomatis menjadi masalah yang menghambat bisnis kedepannya.

 

 

Upayakan untuk selalu membayar pajak rutin setiap bulannya. Supaya nominalnya tidak semakin membesar dan pada akhirnya sulit dibayarkan saat akhir tahun. Jangan sampai uang perusahaan yang seharusnya bisa digunakan untuk pengembangan di tahun berikutnya, justru habis untuk membayar tunggakan pajak. 

3. Manfaatkan Teknologi

Kita sudah berada di era 4.0 dimana hampir semuanya bisa didigitalkan. Termasuk juga soal pengelolaan keuangan, sudah tersedia banyak aplikasi yang bisa dipakai oleh pebisnis. Mulai dari aplikasi yang sederhana hingga integrasi dengan aplikasi-aplikasi lainnya.

 

 

Dengan memanfaatkan teknologi, pengelolaan keuangan bisnis akan menjadi jauh lebih cepat dan praktis. Anda pun sebagai pemilik bisnis tidak harus menunggu akhir periode untuk melakukan evaluasi atau perencanaan keuangan. Karena dengan aplikasi, Anda bisa mendapatkan informasi tentang keuangan perusahaan secara real-time.

4. Cadangan Keuangan itu Penting!

Memang benar bahwa cadangan hanya akan berguna ketika kondisi-kondisi khusus. Tapi bukan berarti saat semuanya sedang normal, cadangan terus saja dilewatkan. Justru pada saat itulah bisnis perlu disiplin untuk mengalokasikan sebagian uang untuk cadangan.

Kita tak pernah tahu akan apa yang terjadi kedepannya. Kita bahkan sudah cukup “ditampar” oleh pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian global. Banyak pebisnis harus gulung tikar dan jutaan pekerja di-PHK tanpa pesangon. Cadangan menjadi sangat penting pada saat-saat seperti itu. 

Jadi, Anda sudah memahami sekarang bahwa mengelola bisnis bukan hanya persoalan membuat produk laku terus. Tapi juga memastikan bahwa setiap rupiah yang dihasilkan dari penjualan, dikelola dengan baik sehingga bisa menopang bisnis Anda hingga kedepannya. Semoga bermanfaat!

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe
  • 45
  • 2318 views

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article