7 Panduan Manajemen Keuangan Bisnis Kecil | Toko Kain Surabaya

Administrator 28 Apr 2021 at 17:45
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

7 Panduan Manajemen Keuangan Bisnis Kecil

 

Sudah menjadi sebuah kepastian jika dalam bisnis seorang pengusaha akan menemui banyak tantangan, baik itu untuk skala kecil, menengah maupun bisnis skala besar. Banyak hal baru yang harus dipelajari dan berusaha untuk beradaptasi. Salah satu tantangan yang harus ditaklukan oleh seorang pebisnis dalam menjalankan usahanya adalah pengelolaan keuangan usaha. 

Artikel ini akan secara spesifik membahas tentang panduan mengelola keuangan bisnis kecil. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas karena pada zaman sekarang, semakin banyak bermunculan pebisnis dari segala latar belakang. Bahkan seorang ibu rumah tangga pun sekarang bisa menjadi pebisnis dadakan untuk usaha rumahan.

 

Panduan Management keuangan

 

Apa itu Manajemen Keuangan?

Secara teori manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Mudahnya manajemen keuangan adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk mengelola keuangan. Manajemen keuangan bisnis kecil biasanya hanya meliputi kas masuk dan kas keluar. Hal ini karena masih terbatasnya aktivitas operasional pada usaha kecil sehingga terbatas pula kegiatan keuangan.

Contohnya, seorang pedagang kelontong di kampung atau di perumahan biasanya hanya mencatat pengeluaran yang meliputi pembelanjaan barang dagang dan ongkos. Harga jual dan keuntungan yang ingin didapatkan juga biasanya belum memperhitungkan secara detail transaksi pengeluaran. Pedagang kelontong juga tidak membuat laporan keuangan yang detail seperti pada perusahaan besar, selain itu pedagang kelontong juga tidak melakukan pencatatan asetnya seperti warung atau toko, kendaraan dll.

Pengelolaan dengan cara seperti itu tentu saja dinilai kurang efektif dan efisien karena tidak mampu menampilkan secara akurat kondisi keuangan bisnis kecil yang sedang dijalani. Oleh sebab itu berikut ini kami uraikan beberapa poin panduan penting untuk pengelolaan keuangan bisnis kecil.

 

1.    Pisahkan uang pribadi dengan uang usaha

Biasanya para pelaku bisnis kecil, mencampurkan antara uang pribadi dan uang yang dihasilkan dari transaksi usahanya. Hal inilah yang membuat usaha yang dijalankan seringkali mengalami kemunduran dan akhirnya gulung tikar. Oleh sebab itu, sebaiknya pelaku bisnis memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan hasil usaha. 

 

Orang sedang menghitung Cash

 

Tidak harus memiliki rekening bank yang terpisah, pengusaha bisa menyimpannya di tempat yang berbeda dan dengan catatan yang berbeda serta jelas. Agar jika suatu saat akan dicek jumlahnya, dapat diketahui secara riilnya. Pemisahan ini juga menguntungkan bagi pelaku usaha, agar ia dapat merencakan pengembangan usaha apabila sudah mengetahui kondisi keuangan usaha yang dijalani.

2.    Membuat rencana untuk pengelolaan uang

Poin ini juga penting karena uang adalah sesuatu yang sensitif dan vital untuk ketahanan sebuah usaha. Jika pelaku bisnis tidak memiliki rencana atas pengelolaan uangnya misalnya untuk belanja bahan baku sekian persen, untuk sewa toko sekian persen atau untuk operasional sekian persen, maka dapat dipastikan posisi keuangan perusahaan akan berantakan. Tentu saja hal ini dapat membahayakan kelangsungan usaha atau bisnis.

3.    Sediakan buku pencatatan

Buku pencatatan harus dimiliki oleh pelaku bisnis, walaupun tidak sedetail perusahaan besar, setidaknya seorang pengusaha harus memiliki catatan mengenai pemasukan dan pengeluarannya. Hal ini bertujuan untuk mengawasi arus kas masuk dan arus kas keluar dari perusahaan. Termasuk juga mengawasi pegawai yang ditugaskan untuk mengelola uang masuk dan uang keluar apabila memiliki pegawai. 

Buku pencatatan juga dapat bermanfaat untuk perbandingan pengeluaran dan pemasukan antar periode. Sehingga seorang pengusaha dapat melakukan analisis untuk mengembangkan usaha dalam jangka panjang.

 

Kalkulator

 

4.    Hitung keuntungan secara tepat

Keuntungan menjadi sesuatu yang dinanti-nanti oleh pengusaha, namun jika pengusaha tidak dapat menghitung secara akurat keuntungan yang diperoleh, maka pengusaha akan kesulitan untuk mengembangkan usahanya. Pada prinsipnya menghitung untung dapat dilakukan dengan rumus pendapatan dikurangi biaya operasioal dan biaya-biaya lain (jika ada).

Kalaupun Anda tidak dapat menghitung secara detail biaya yang dikeluarkan, usahakan tetap menghitung biaya yang dinilai menjadi pokok dari transaksi usahanya. Misalnya jika usahanya bergerak di bidang penjualan makanan sehari-hari seperti warteg, maka minimal pengusaha harus memasukan biaya belanja bahan baku, ongkos belanja dan upah pegawai (jika memiliki pegawai). 

Selain itu untuk memudahkan perhitungan, ada baiknya pelaku usaha memiliki nota-nota transaksi, entah pemasukan atau pengeluaran. Sekilas memang terlihat sedikit rumit apalagi jika pelaku usaha tidak memiliki latar belakang pengetahuan. Namun mau tidak mau, jika ingin usahanya dapat bertahan dan maju maka pelaku usaha harus mulai untuk mendisplinkan setiap aktivitas usahanya.

 

Panduan Management keuangan

 

5.    Kelola arus kas dengan cermat

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat pada poin no 3, arus kas harus dikelola dengan cermat agar pengusaha dapat menekan pengeluaran usaha. Selain itu juga dapat memantau aktivitas pemasukan yang diperoleh. Contohnya apabila dalam pencatatan arus kas keluar terdapat biaya atau beban usaha untuk pembelanjaan bahan baku yang dinilai cukup besar dan memangkas sebagian besar pemasukan, maka seorang pengusaha sebaiknya mencari option lain atau alternatif vendor lain yang memiliki harga bahan baku lebih murah.

Terkait dengan arus kas masuk, seorang pengusaha juga harus melakukan pengawasan, agar dapat melihat perkembangan dari pendapatan yang diperoleh, sehingga pelaku bisnis dapat mengembangkan strategi dagang pada periode selanjutnya.

6.    Rencanakan pengembangan usaha

 

Panduan Management keuangan

 

Apabila pelaku bisnis memiliki catatan mengenai keuangan usahanya, maka langkah selanjutnya adalah harus merumuskan pengembangan usaha. Misalnya jika pada periode ini mendapatkan keuntungan yang jumlahnya dapat digunakan untuk pengembangan usaha, maka pengusaha dapat menentukan strategi berikutnya. Entah itu dengan menambah jumlah produk yang dimiliki atau menambah aset perusahaan yang sekiranya dapat meningkatkan omset perusahaan seperti kendaraan untuk layanan antar atau delivery. 

7.    Awasi pengeluaran dan pemasukan dengan ketat

Fungsi pengawasan sangat berperan penting untuk sebuah usaha. Walaupun tidak memiliki pegawai, fungsi pengawasan tetap harus dijalankan agar setiap transaksi yang terjadi di perusahaan dapat terpantau dengan baik. Sehingga pelaku bisnis dapat benera-benar mengetahui kondisi keuangan perusahaannya. Apabila memiliki pegawai, maka pengawasan menjadi hal yang sangat penting untuk menghindari kecurangan yang dilakukan oleh pegawai dan meminimalisir resiko kerugian yang dapat dialami.

 

Panduan Management keuangan

 

8.    Jangan lelah untuk terus belajar

Salah satu kunci sukses dalam berbisnis adalah tidak lelah untuk belajar, belajar dapat dilakukan dimana saja dan dengan siapa saja. Karena dunia bisnis adalah dunia yang selalu berkembang maka pengusaha dituntut untuk selalu update dengan situasi terkini. Misalnya zaman sekarang adalah era digital, hampir segala jenis transaksi bisnis mulai dari penjualan hingga pembayaran dilakukan secara digita. Maka seorang pelaku bisnis juga harus mengikuti perkembangan tersebut, minimal sudah mulai memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarkat.

 

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article