Jenis Mesin Jahit Yang Digunakan Dalam Bisnis Konveksi | Toko Kain Surabaya

Administrator 7 Apr 2021 at 17:39
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Jenis Mesin Jahit Yang Digunakan Dalam Bisnis Konveksi

 

 

Ada beberapa jenis mesin jahit yang sangat penting untuk ada dalam bisnis konveksi. Dimana setiap mesin jahit ini memiliki fungsi dan kelebihan masing-masing dalam proses produksi. Karenanya sangat penting untuk setiap pebisnis konveksi memahami mesin-mesin tersebut dalam penjelasan selengkapnya di bawah ini!

 

Mesin Jahit High Speed Jarum Satu

 

Mesin jahit kecepatan tinggi ini yang selalu digunakan oleh industri garment karena memiliki kecepatan jahit 4000 jpm sampai 5500 jpm. Dengan kecepatan ini, produksi bisa tinggi. Secara waktu sangat efisien sehingga dapat menghemat banyak biaya produksi mulai listrik hingga biaya tenaga kerja.

Jenis Mesin Jahit

Mesin jahit ini termasuk yang wajib dimiliki karena fungsi jahitnya yang serba guna dan paling banyak dibutuhkan. High speed satu jarum ini dapat menghasilkan jahitan satu garis. Secara harga, mesin jahit jenis ini juga terbilang terjangkau. Sehingga cocok sekali untuk digunakan dalam bisnis konveksi.

 
 

Mesin Jahit Bordir

 

Mesin jahit bordir memiliki fungsi yang spesifik untuk membuat bordir. Semakin canggihnya teknologi juga memberikan dampak positif dengan adanya mesin bordir digital. Jika dulu mesinjahit bordir masih dijalankan manual sesuai pola yang mengharuskan pembordirnya teliti, saat ini sudah ada mesin jahit bordir otomatis. Jadi, kita tinggal memasukkan saja pola bordirnya, dan mesin akan berjalan sendiri mengikuti bordir yang sudah disetel.

 

 
Foto : Mesin Jahit Bordir
Foto : Mesin Jahit Bordir
 
 

Mesin jahit bordir memiliki kecepatan yang lebih rendah yaitu 2800 sti/min, namun tetap menggunakan tenaga listrik. Mesin bordir ini menggunakan jenis jarum khusus untuk menunjang fungsinya, yaitu DP X17 dan DP x15.

 
 

Mesin Jahit Obras

Foto : Mesin Jahit Obras
Foto : Mesin Jahit Obras
 
 

Mesin ini cocok untuk fungsi jahit tepian untuk merapikan kain. Karena hasilnya yang masih kasar, jahit tepian obras digunakan untuk kain-kain bagian dalam saja, yang mana tepian kain akan dilipat dan dijahit. Hampir semua jenis pakaian menggunakan mesin obras untuk merapikan kainnya. Kecepatan mesin obras ini sangat tinggi, mencapai 7000 rpm menggunakan jarum DC X27.

 
 

Mesin Jahit Neci

 

Foto : Mesin Jahit Naci
Foto : Mesin Jahit Naci
 
 

Mesin jahit neci pada dasarnya memiliki fungsi yang sama dengan obras, yaitu membuat jahit pinggiran kain. Kelebihan neci dari obras adalah, jahit neci lebih rapi dan rapat. Untuk jahitan neci ini biasa digunakan untuk tepian kerudung, taplak, atau sapu tangan.

 
 

Mesin Jahit Pasang Kancing

 

Foto : Mesin Jahit Pasang Kancing
Foto : Mesin Jahit Pasang Kancing
 
 

Memasang kancing pun juga telah dimudahkan dengan hadirnya mesin jahit otomatis. Tidak lagi manual dengan jarum tangan. Ukuran dan lubang kancing yang bisa dipasang antara 10mm hingga 28mm. kurang atau lebih dari itu tidak bisa menggunakan mesin jahit ini. Karena ukuran ini sudah diuniversalkan. Jarumnya pun juga khusus tipenya, yaitu TQ X1 atau DP X17.

 
 

Cara Menggunakan Mesin Jahit Konveksi

 

Sesungguhnya mesin jahit konveksi dengan mesin jahit rumahan, bedanya ada pada kecepatan performa mesin jahitnya. Pada bisnis konveksi yang membutuhkan kapasitas produksi dan target tinggi, dibutuhkan mesin jahit dengan kecepatan yang tinggi juga agar produksi bisa banyak.

 

Sedangkan pada mesin jahit rumahan yang tidak memiliki target produksi setinggi bisnis konveksi atau garment, cenderung menggunakan mesin jahit dengan kecepatan biasa. Meskipun tak menutup kemungkinan, bisnis jahit rumahan juga menggunakan mesin jahit berkecepatan tinggi setara dengan yang digunakan di bisnis garmen atau konveksi.

 

 
Jenis Mesin Jahit
 
 

Perbedaan kecepatan mesin jahit akhirnya juga akan mempengaruhi bagaimana struktur mesin jahit, termasuk juga cara penggunaannya yang berbeda pada beberapa hal. Namun, pada dasarnya semua mesin jahit memiliki prosedur pemakaian yang sama. Perbedaannya hanya pada fungsi-fungsi spesifik yang khusus.

 

Semisal antara mesin jahit bordir dengan mesin jahit obras. Karena secara fungsi sudah khusus, maka onderdil dan penggunaannya juga memiliki spesifikasi yang berbeda. Kali ini kita akan membahas bagaimana mengoperasikan mesin jahit high speed yang banyak digunakan pada bisnis garmen dan koveksi.

 

1. Menyalakan tombol on pada mesin jahit

Seperti menyalakan peralatan elektronik lainnya, semua dimulai dari tombol power on. Begitu juga dengan mesin jahit high speed yang menggunakan tenaga listrik untuk menjalankan mesin berkecapatan tinggi ini. Sebelum memulai menjahit, kita harus mempersiapkan mesin dalam keadaan prima dan memeriksanya apakah baik-baik saja atau sedang bermasalah.

Setelah menekan tombol power on, cobalah mesin dengan menginjak pedal rem dan pastikan tidak ada benang yang masih terpasang. Ini untuk mengecek performa mesinnya apakah ada masalah atau baik-baik saja. Coba periksa juga bagaimana bunyi mesin jahit saat pertama kali dinyalakan, dan periksa dengan telapak tangan apakah terasa ada angin yang keluar dari mesin atau tidak. Jika dirasakan ada angin, itu tandanya mesin berfungsi dengan baik.

 

2. Mengoperasikan mesin jahit kecepatan tinggi secara teknis dan prosedural

Tahapan ini adalah lanjutan setelah menekan tombol power on. Jadi, coba periksa dulu performa mesin jahit dengan menjahit tanpa benang. Perhatikanlah bagaimana gerakan jarum dan roda-roda di bawahnya. Jika semua berjalan selaras, maka mesin siap dipakai.

 

3. Mengecek jarum dan sepatu pada mesin

Yang tak lupa adalah mengecek kondisi jarum dan sepatunya. Coba naik turunkan sekrup sepatu mesin ke atas dan ke bawah apakah bekerja dengan baik. Juga sekrup pengatur tekanan sepatu. Cobalah periksa apakah jarum masih dalam keadaan baik, butuh diganti atau mungkin kendur.

 

Jenis Mesin Jahit
 
 

4. Memasang jarum

Untuk memasang jarum, kita bisa mulai dengan mengarahkan cekungan jarum bagian atas untuk memudahkan proses. Angkat sepatu dan sekrup penguat jarum ke atas. lalu kendurkan sekrupnya. Setelahnya jarum bisa dipasang ke lubangnya dan mengencangkan kembali sekrup penguat jarumnya.

 

5. Memasang sepatu mesin

Caranya hampir sama dengan memasang jarum. Jadi, untuk memasang sepatunya ini, pastikan dulu bahwa mesin sedang dalam keadaan off. Naikkan skrup pengatur sepatu dan jarum, agar dua bagian itu naik ke atas. lalu kendorkan baut sepatu menggunakan screw driver. Setelah kendor kita bisa memasang sepatu jarum lalu mengencangkan lagi bautnya.

 

6. Menggulung benang dan mengisi spul

 

Jenis Mesin Jahit
 
 

Menggulung benang ini bisa dilakukan otomatis menggunakan mesin. Termasuk juga mengisi spul benang yang ada di bagian bawah. Caranya, dengan meletakkan spul di tempat penggulungan spul, lalu menjalankan mesin jahit. Benang akan otomatis tergulung ke tempat spul.

 

7. Memeriksa spul dan sekoci lebih dulu

Sebelum memulai menjahit, spul dan sekoci harus dipastikan dalam keadaan siap dulu. Kita bisa memasang spul dengan memasang cones benang ke tiang pertamanya. Dengan ujung benangnya dimasukkan ke bagian penjepit benang. Sedangkan untuk bobin bisa kita pasang ke rumah bobinnya.

 

8. Memasang benang pada jarum

Langkah terakhir adalah memasang benang ke lubang jarum. Tempatkan gulungan benang di tempatnya, tarik ujung benangnya lalu dimasukkan ke penetral benang pertama dan yang kedua di atas mesin jahit, kemudian lilitkan ke lubang di atas sekrup jarum dan bagian terakhir masukkan ke lubang jarum. Setelahnya kita butuh menarik juga benang dari bawah. Kita bisa melakukannya dengan menahan engkol pengatur maju mundur setikan. Ketika roda mesin sudah berputar, maka benang dari bawah akan otomatis tersambung dengan benang dari lubang jarum.

 
 
 
 
 

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article