12 Pilihan Bahan Kain Paling Adem dan Nyaman Fashionable Dipakai | Toko Kain Surabaya

Administrator 3 Feb 2021 at 8:24
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

12 Pilihan Bahan Kain Paling Adem dan Nyaman Fashionable Dipakai

 

 

 Foto : Varian Kain

 

Tidak ada yang salah semisal membeli jenis kain tertentu untuk membuat model baju berbeda. Hanya saja, satu jenis kain biasanya didesain khusus untuk pemanfaatan berbeda. Saat ini sudah banyak tersedia jenis kain berikut dengan warna dan modelnya.

 

Tapi jenis kain, warna dan model yang dikemas dengan teknik fotografi tinggi kadang menggoda, bahkan kadang bisa membuat lupa ada aspek lain yang perlu diketahui sebelum memutuskan membeli satu jenis kain.

 

Bahwa tak semua bahan kain cocok untuk kebutuhan. Untuk membuat gamis atau outer, tentunya butuh jenis kain berbeda mempertimbangkan penggunaannya dan budaya pemakainya. Poin berikut setidaknya bisa menjadi gambaran tentang jenis kain dan pemanfatannya.

 
 

1. Bahan Kain Mosscrepe

 
Foto : Kain bahan mosscrepe
Foto : Kain bahan mosscrepe
 
 

Bahan baju gamis jenis mosscrepe adalah salah satu turunan kain crepe. Kendati rasanya seperti ada pasir-pasirnya saat diraba, mosscrepe tergolong bahan baju gamis yang adem dan halus. Perasaan seperti ada pasir sebenarnya adalah ciri khas serat kain tersebut. Selain itu, mosscrepe cenderung tebal, tidak menerawang, dan jatuh.

 

Dengan karakteristik tersebut, moscrepe lebih sering digunakan untuk membuat busana syar’i modern seperti khimar. Satu kekurangan moscrepe yaitu cukup gerah sehingga kurang cocok digunakan sebagai hijab yang cenderung memakai bahan lebih ringan.

 

 

2. Bahan Kain Wollycrepe

 
Foto : Kain bahan wollycrepe
Foto : Kain bahan wollycrepe
 
 

Meski masih satu keluarga crepe dengan kain mosscrepe, bahan wollycrepe memiliki ciri khas sendiri. Di antara keluarga crepe yang bertekstur seperti kulit jeruk, wollycrepe cenderung paling halus dan tidak terlalu tebal. Hampir mirip dengan wolfis, hanya saja tekstur wollycrepe lebih jelas.

 

Meski wollycrepe tak terlalu bagus dalam menyerap keringat, tapi wollycrepe cukup adem dan tidak membuat gerah. Sifat kainnya yang jatuh ke bawah lebih juga ideal untuk membuat jilbab karena mampu menutup bagian kepala dengan baik.

 
 

3. Bahan Kain Diamond

 
Foto : Kain bahan diamond
Foto : Kain bahan diamond
 
 

Serupa dengan kain crepe yang bertekstur seperti kulit jeruk dan jika diraba seperti ada butiran pasirnya, kain diamond juga memiliki ciri hampir serupa. Dibanding jenis crepe lain, kain diamond lebih kasar dan kaku meski tetap menampilkan citra halus dan terasa jatuh.

 

Karakteristik lain dari kain diamond adalah tipis dan mudah tertiup angin, namun tidak transparan. Meski kadang dipakai untuk bahan gamis, tapi kain diamond yang cenderung kaku dan tipis lebih cocok digunakan sebagai hijab, jilbab, dan kerudung karena mudah dibentuk.

 
 

4. Bahan Kain Balotelli

 
Foto : Kain bahan balotelli
Foto : Kain bahan balotelli
 
 

Kain Balotelli termasuk jenis yang paling mudah dikenali. Ciri khas bahan ini adalah teksturnya kotak-kotak kecil yang terbentuk oleh garis serat kain. Bahan balotelli bukanlah murni kain katun, dan ini bisa dilihat dari kilau kain yang tidak ada pada kain berbahan alami.

Meskipun tebal dan tidak menyerap keringat, balotelli merupakan bahan baju gamis yang adem saat dikenakan. Selain untuk gamis, balotelli juga sering dipakai untuk membuat rok juga jilbab.

 
 

5. Bahan Kain Rayon

 
Foto : Kain bahan rayon
Foto : Kain bahan rayon
 
 

Bahan kain dari serat alami katun memang tidak diragukan lagi karena mampu memberikan rasa adem dan nyaman saat dipakai. Bahan rayon cenderung tipis, bisa yang biasa dilihat pada bahan selimut bali yang dingin dan menenangkan.

Jika biasanya selimut bali lebih transparan, kain rayon tetap tidak demikian. Meski tipis, kualitas tinggi membuatnya jadi tidak transparan sehingga lebih halus, jatuh, dan membuat adem. Rayon secara umum sering dimanfaatkan membuat kaus, meski juga biasa ditemui dalam bentuk hijab dan busana muslim.

 
 

6. Bahan Kain Linen

 
Foto : Kain bahan linen
Foto : Kain bahan linen
 
 

Meskipun sama-sama terbuat dari bahan alami, linen tak termasuk katun (cotton). Kain katun terbuat dari kapas, sedang linen terbuat dari tumbuhan rami (Boehmeria Nivea). Proses produksinya pun berbeda, linen lebih rumit sehingga lebih mahal meski lebih adem dan nyaman.

 

Karakteristik bahan linen memiliki serat halus dan berkilau. Tergolong spesial sebab warna yang ditawarkan cenderung alami dan terlihat pucat elegan. Berbeda dengan kain sebelumnya, linen lebih sering dimanfaatkan untuk bahan dekorasi rumah seperti tirai, gorden, selimut, bahkan handuk.

 
 

7. Bahan Kain Katun Jepang

 

Foto : Kain bahan katun jepang
Foto : Kain bahan katun jepang
 
 

Kain katun Jepang yang bagus dapat dilihat dari motif dan teksturnya. Karakteristik kain katun Jepang adem, jatuh saat dipakai, halus, dan tidak menewarang. Kelebihan utama kain katun Jepang yaitu mampu menyerap keringat dan tidak bersifat lembab.

 

Kain katun Jepang tidak mengeluarkan bunyi gesekan dan terasa kasar. Printing-nya juga lebih awet dan lebih detil, selain juga tidak mudah kusam meski berulang kali dicuci. Sampai saat ini, pemanfaatan katun jepang masih terbatas pada hiasan, pernak-pernik, dan sarung bantal.

 
 

8. Bahan Kain Wolfis

 

Foto : Kain bahan wolfis
Foto : Kain bahan wolfis
 
 

Bahan wolfis memang populer karena harganya yang murah dengan kualitas bagus. Wolfis atau woolpeach merupakan kain dari polyester, bukan dari bulu domba. Kain wolfis tak memiliki ciri khas khusus sehingga tak jauh berbeda dengan kain pada umumnya.

 

Kain wolfis memiliki tekstur halus, tipis, dan tidak menerawang. Tapi karena terbuat dari bahan sintetis, biasanya akan terasa gerah. Tapi secara umum, kain wolfis sering digunakan untuk membuat baju syar’i dan beberapa jenis hijab.

 
 

9. Bahan Kain Maxmara

 

Foto : Kain bahan maxmara
Foto : Kain bahan maxmara
 
 

Kain Maxmara tak beda jauh dengan kain satin bahkan terlihat mirip, hanya saja teksturnya lebih halus seperti sutra. Tapi dibanding kain satin, kain maxmara lebih halus, licin, adem, dan nyaman saat dipakai. Akan terlihat kilapan doff meski tidak mencolok dari kain ini.

Karakteristik kain ini ringan dan tipis tapi tidak transparan. Itu sebabnya, Maxmara banyak dipakai untuk membuat dress wanita, baju atasan, baju kerja, dan bahan jilbab.

 
 

10. Bahan Kain Ceruti

 

Foto : Kain bahan ceruti
Foto : Kain bahan ceruti
 
 

Kain ceruti bisa dipertimbangkan jika ingin membuat bahan baju gamis yang adem dan nyaman. Mempunyai ciri khusus seperti sifon tapi cenderung mirip dengan kulit jeruk yang jika diterawang akan terlihat serat bergelombang seperti awan atau kabut.

Teksturnya adem dan terkesan jatuh sehingga akan memunculkan kesan anggun dan elegan saat dikenakan, juga mampu mengikuti lekuk tubuh pemakai. Meskipun kain ceruti halus dan elastis, tapi tak mudah melar.

 
 

11. Bahan Kain Inma Premium

 

Foto : Kain bahan inma premium
Foto : Kain bahan inma premium
 
 

Kain Inma Premium merupakan kain katun impor dari Jepang meski dalam perkembangannya banyak ditemui kain Inma lokal yang beredar di pasaran. Untuk membuat bahan baju gamis yang adem, kain ima premium sangat cocok karena cenderung tipis dan ringan.

 

Meski tipis, tapi kain Inma Premium memiliki serat yang rapat sehingga tidak transparan saat dipakai. Karena terbuat dari katun, kain Inma Premium terasa adem dan lebih unggul dalam menyerap keringat. Pemanfaatannya pun lebih beragam seperti dress, rok, jilbab, bahkan sprei.

 
 

12. Bahan Kain Toyobo

 

Foto : Kain bahan toyobo
Foto : Kain bahan toyobo
 
 

Selain Inma Premium, Jepang juga mengekspor bahan kain Toyobo. Serat kain ini sangat rapat dan tidak menerawang. Karakteristik umumnya memiliki sifat adem, halus, mudah diatur, dan tidak licin seperti maxmara.

 

Kain Toyobo menyerap keringat dan tidak membuat gerah, sangat direkomendasikan sebagai bahan jilbab, outer, pashmina, blouse, dan kemeja. Karakteristik tersebut bisa membuat pemakai jadi lebih anggun saat mengenakannya.

 

 

 

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article