Butuh Inspirasi Membuat Jas Almamater Ini Langkahnya | Toko Kain Surabaya

Administrator 22 Jan 2021 at 17:17
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Butuh InspirasiMembuat Jas Almamater Ini Langkahnya

 

 

Bagi yang pernah kuliah atau saat ini sedang kuliah, mungkin tak asing dengan istilah jas almamater. Jas yang dibuat secara khusus sebagai identitas kampus, fakultas atau jurusan tertentu. Bagi sebagian orang, jas itu bukan hanya pakaian, tapi juga bisa menjadi lambang kebanggaan tersendiri. Karena menjadi bagian dari kelompok tertentu yang cukup memiliki prestige di mata masyarakat.

 

Bukan hal yang mengherankan jika akhirnya jas almamater disiapkan secara khusus. Mulai dari desain, bahan kain, hingga proses pengerjaannya. Sedikit saja kesalahan maka akan menjadi catatan yang selalu diingat oleh banyak orang. Karena nantinya jas itu dipakai oleh ratusan atau bahkan ribuan orang sekaligus.

 

Jadi, untuk Anda yang membutuhkan inspirasi dalam desain jas almamater, Anda telah menemukan artikel yang tepat!

 
 

Desain Jas Almamater

 

Pakaian apapun yang akan dibuat, tentu saja diawali dengan konsep desain. Karena itu yang akan menjadi pijakan. Termasuk dalam pembuatan jas almamater, yang nantinya menjadi seragam untuk se-angkatan, jangan sampai desainnya asal-asalan. Karena itu juga nantinya dilihat oleh orang dari luar kampus, yang kemudian mempengaruhi penilaian mereka terhadap mahasiswa dan kampus tersebut.

 

Bukan hanya itu, jas almamater juga sering dipakai saat mahasiswa mengikuti event di luar kampus. Misalnya seperti kompetisi, penelitian, seminar dan seterusnya. Sehingga tampilan jas juga akan berpengaruh pada persepsi orang-orang penting dalam momen tersebut. Akan jauh lebih baik jika desain jas almamater dibuat dengan sebaik mungkin, sehingga bukan hanya nyaman dipakai tapi benar-benar mendukung penampilan.

 

Karenanya penting untuk memahami beberapa komponen desain jas almamater berikut:

 

1. Warna

Warna yang dipakai pada jas almamater biasanya berhubungan dengan identitas universitas. Karena biasanya ada warna tertentu yang menjadi kode atau ciri khas kampus. Sehingga dalam menentukan warna, diperlukan diskusi yang cukup mendalam dengan pihak-pihak strategis, supaya warna yang dipilih adalah warna yang paling tepat dan mewakili identitas kampus tersebut.

 

2. Kerah

 
Ilustrasi Jaket Alamamter dengan kerah depan

Ilustrasi Jaket Alamamter dengan kerah depan

 
 

Bagian ini yang terhubung dengan garis leher dan umumnya menjadi bentuk dengan bagian terpisah. Kebanyakan kerah jas almamater adalah jenis notch lapel. Sebagian kecil lainnya menggunakan jenis kerah shanghai atau mandarin.

 

3. Saku

 

 
Ilustrasi Jaket Alamamter dengan saku depan

Ilustrasi Jaket Alamamter dengan saku depan

 
 

Bagian ini juga biasanya dibuat pada jas almamater untuk meletakkan barang-barang kecil. Biasanya saku yang dibuat adalah saku vest yang ada di bagian dada dan saku klep yang ada di bagian perut.

 

 

4. Kancing

 
Ilustrasi Kancing Jas Almamater

Ilustrasi Kancing Jas Almamater

 
 

Bagian ini dipasangkan pada bagian depan jas almamater, sehingga orang yang memakainya bisa menutupkannya kapanpun mereka inginkan. Kebanyakan jas hanya menggunakan dua-tiga baris kancing.

 

 

5. Belahan Belakang

 
Ilustrasi Jaket Almamater Belahan Belakang

Ilustrasi Jaket Almamater Belahan Belakang

 
 

Bagian ini dibuat untuk memudahkan pemakainya saat bergerak. Mengingat bahan jas almamater biasanya menggunakan jenis kain yang kurang elastis. Kebanyakan jas almamater menggunakan single vest, tapi ada juga yang tak menggunakannya.

 

6. Lengan Jas

Bagian yang melindungi tangan ini biasanya didesain dengan bahan yang licin. Supaya nantinya memberikan kesan yang rapi, tegas dan sekaligus formal bagi pemakainya. Ada jas yang lengannya juga dilengkapi dengan belahan, ada juga yang tidak. Jika menggunakan belahan, biasanya dilengkapi dengan kancing.

 

7. Logo Kampus

 
Ilustrasi Jaket Almamater dengan logo kampus

Ilustrasi Jaket Almamater dengan logo kampus

 
 

Ini menjadi bagian yang penting, karena logo inilah yang nantinya menjadi informasi tentang identitas kampus. Umumnya logo dibuat pada bagian dada kiri dengan teknik bordir. Sehingga logo tidak mudah terhapus.

 
 

Langkah membuat Jas Almamater

 

Setelah memahami detail desain, maka pembahasan berlanjut tentang proses pembuatannya. Memang akan terbilang cukup panjang, tapi Anda akan memahaminya dengan mudah disini.

 

1. Desain Jas

Sebelum memutuskan tentang warna dan detail bagian apa saja yang nantinya dibuat pada jas almamater, penting untuk membuat sketsanya terlebih dulu. Karena sketsa itu yang nantinya menjadi pedoman proses berikutnya. Sangat disarankan untuk meminta kepada orang yang ahli dalam membuatkannya. Supaya desain bisa benar-benar realis untuk diterapkan.

 
 
Ilustrasi Desain Jaket Almamater

Ilustrasi Desain Jaket Almamater

 
 

2. Pola Desain

Setelah sketsa desain jadi, maka langkah berikutnya adalah pembuatan pola desain. Biasanya pola ini nantinya dibuatkan oleh pihak konveksi, oleh orang yang memang ahli. Biasanya nantinya dibuat menggunakan pola drafting dan diikuti dengan pembuatan sampel uji. Sehingga jas bisa dipastikan layak pakai dan sesuai harapan, sebelum diproduksi dalam jumlah besar.

 
 
Pola Desain Jas Almamater

Pola Desain Jas Almamater

 

Perlu dibuat pola mulai dari pola badan depan, badan belakang, lengan, krah dan saku.

 

3. Pembuatan Sampel Jas

Tahap berikutnya adalah penerapan pola yang sudah dibuat tersebut untuk membuat sampel jas. Pola tadi dijahit pada kain blacu atau kain muslin, supaya kemudian bisa dianalisa sesuai tidaknya. Jika semuanya sudah oke, maka jas almamater bisa masuk ke tahap produksi.

 

 
Pola Desain Jas Almamater

Pola Desain Jas Almamater

 
 

4. Produksi Pola Desain Jas Almamater

Sampel yang sudah diuji dan diterima, diambil polanya untuk kemudian dibuat kembali menjadi pola produksi. Pola produksi itulah yang nantinya menjadi pedoman bagi orang-orang di bagian produksi. Biasanya pola produksi dibuat oleh pattern maker.

Pola tersebut bisa dibuat secara manual dengan meletakkannya di atas kertas pola. Cara lainnya adalah menggunakan teknik digital, dengan bantuan software komputer seperti CAD/CAM yang terhubung dengan mesin produksi secara keseluruhan.

 

5. Grading

 

Grading

Grading

 
 

Kita tahu bahwa nantinya para mahasiswa yang mengenakan jas almamater memiliki ukuran tubuh yang berbeda. Sehingga mereka pastinya juga dibuatkan jas dengan ukuran yang berbeda pula. Karena itulah adanya proses grading, untuk membuat pola jas dengan beragam ukuran sehingga bisa pas dengan setiap mahasiswa.

 

Proses ini umumnya hanya dilakukan pada pola standar. Dimana ukuran yang sudah ada dibuatkan kembali dalam ukuran yang lebih kecil dan ukuran yang lebih besar. Biasanya menggunakan satuan inchi atau centimeter (di Indonesia). Dimana kemudian satuan ukuran tersebut dilambangkan dengan huruf M, L dan XL. Karena hal ini memiliki beragam kelebihan yakni:

 

Praktis

Dengan cara ini, ukuran tinggal mengikuti pola ukuran standar. Sehingga tidak perlu mengikuti asumsi ukuran dari masing-masing mahasiswa.

Lebih Mudah

Terutama bagi orang-orang yang masih pemula dalam pembuatan jas.

Ukuran tersedia

Mudah untuk pembuatan pakaian dalam jumlah banyak, termasuk salah satunya jas almamater

 

Meskipun pada akhirnya harus menerima konsekuensi bahwa ukurannya kadang tidak cocok dengan ukuran badan. Sehingga bagi sebagian orang yang ingin mendapatkan ukuran custom, perlu menjahit ulang untuk penyesuaian ukuran.

 

Berikut ini adalah contoh standar ukuran jas almamater untuk pria:

 
Ilustrasi Ukuran Jas Alamamater Pria

Ilustrasi Ukuran Jas Alamamater Pria

 
 

Sedangkan berikut ini adalah contoh standar ukuran jas almamater untuk wanita:

 
 
Ilustrasi Ukuran Jas Alamamater Wanita

Ilustrasi Ukuran Jas Alamamater Wanita

 
 

6. Marker Making

Setelah pola produksi berhasil dibuat, maka proses berikutnya adalah perhitungan panjang kain. Karena itu nantinya menjadi pijakan dalam pembelian bahan kain yang dibutuhkan. Beruntungnya proses ini sudah bisa dilakukan dengan mudah menggunakan software komputer. Dengan perhitungan yang lebih efisien karena menyesuaikan dengan tata letak kain.

Sedangkan untuk cara manual bisa dilakukan dengan melekatkan pola pada kain dengan bantuan staples. Sehingga kemudian didapatkan ukuran yang realistis dan cukup.

Berikut ini adalah beberapa bahan jas almamater yang direkomendasikan karena kualitasnya:

 

Twist Drill

Bahan ini tidak terlalu tebal dan kandungan katunnya tergolong lebih sedikit. Sehingga efeknya membuat jas terasa lebih panas apalagi jika dipakai dalam jangka waktu yang lama. Biasanya Menggunakan High Twist Nakayama. Kami Mitra Mulia Menyediakan Bahan Nakayama. Bisa menghubungi kami di wa 081703812160

 

American Drill

Sedangkan untuk bahan kain ini dibuat dari campuran katun dengan polyester. Sehingga membuatnya agak mengkilap dan lebih kaku. Beberapa jenisnya adalah gloria, victoria, verlando, ventura dan espero. Kami Mitra Mulia Menyediakan Bahan American Drill , Unione Drill . Bisa menghubungi kami di wa 081703812160

 

Japan Drill

Bahan kain ini lebih tebal dan kuat jika dibandingkan dengan American Drill. Selain itu juga lebih nyaman ketika dipakai karena menggunakan lebih banyak serat katun. Beberapa jenisnya seperti verlando japan, taipan japan, nagata drill dan lain-lain.

Ada bahan lain yang juga cukup banyak dipakai dalam pembuatan jas almamater yakni luster. Bahan ini mempunyai efek bergaris yang timbul dan bahannya terasa lebih lembut.

 
 

7. Pemotongan

 
Ilustrasi Proses Pemotongan

Ilustrasi Proses Pemotongan

 
 

Ketika semua bahan sudah tersedia, maka proses berikutnya adalah pemotongan. Disinilah pola produksi mulai dipakai untuk mendapatkan ukuran potong yang sesuai dengan kebutuhan. Bisa dilakukan pula dengan bantuan mesin potong.

Berikut beberapa peralatan yang bisa digunakan dalam pemotongan kain:

a. Rotary Cutter

Pemotong ini memiliki mata pisau dengan bentuk piringan yang diameternya antara 2,5 sampai 10 inchi.

b. Straight Cutter

Seperti namanya, mata pisau pemotong ini lurus dari lembaran plat baja yang ukurannya antara 5 hingga 14 inchi.

c. Band Knife

Bentuk mata pisaunya pipih dan saling menyambung pada kedua ujungnya

d. Laser Knife

Ini adalah teknologi yang cukup canggih dimana kain nantinya dipotong dengan sinar laser. Kelebihannya mampu menghasilkan potongan yang akurat sesuai dengan polanya.

e. Die Cutting

Pemotong ini memiliki mata pisau yang berbentuk pola komponen dan bergerak secara hidrolik.

 

8. Sorting/Bundling

Kain-kain yang sudah melewati proses pemotongan kemudian dikelompokkan sesuai dengan ukurannya. Jika nantinya ada kain dengan ukuran yang berbeda, maka dikategorikan kesalahan dan tidak dimasukkan. Karena hal itu bisa menimbulkan kesalahan pada hasil akhir, sehingga perlu dihilangkan sebelum masuk proses jahit.

 

 

9. Sewing

 
Ilustrasi Hasil Jahitan Jas Almamater

Ilustrasi Hasil Jahitan Jas Almamater

 
 

Jika semua kain sudah berkumpul dengan kelompoknya masing-masing, saatnya menjahit. Proses ini bisa dilakukan dengan tim penjahit sendiri atau menyerahkan kepada penjahit dari pemborong. Tentu saja dengan konsekuensinya masing-masing.

 

Proses jahit mulai dilakukan pada masin-masing bagian terpisah, hingga akhirnya semua bagian terhubung menjadi satu kesatuan jas almamater. Sebelum pada akhirnya masuk ke bagian kontrol kualitas.

 

10.Quality Control

Bagian ini nantinya melakukan pemeriksaan pada setiap jas almamater yang sudah dijahit menjadi satu. Untuk memastikan bahwa setiap jahitannya rapi dan tidak ada kesalaha, seperti jahitan yang terbuka, benang yang tidak cocok dengan warna hingga teknik yang keliru.

 

 
Ilustrasi Hasil Akhir Jas Almamater

Ilustrasi Hasil Akhir Jas Almamater

 

11. Pressing

Jas almamater yang melewati proses Quality Control akan masuk ke proses pressing. Dimana setiap jas nantinya akan disetrika, agar bagian yang berkerut bisa tampak lebih rapi dan menarik ketika diberikan pada mahasiswa.

 

12. Inspeksi Akhir

Tahap ini dilakukan untuk memastikan bahwa jumlah jas almamater sudah sesuai dengan yang dipesan, untuk setiap ukurannya. Kemudian semua jas dimasukkan ke dalam kemasan sebelum akhirnya masuk proses distribusi ke pelanggan.

 

Tips Membuat Jas Almamater

Supaya Anda bisa mendapatkan jas almamater sesuai dengan harapan, maka perhatikan beberapa tips berikut:

 

  1. Pakailah jasa vendor pembuat jas almamater yang sudah berpengalaman. Selain soal kualitas, hal ini juga meminimalisir masalah seperti penipuan atau keterlambatan. Supaya tidak ada kekecewaan di kemudian hari.

  2. Lakukan survei untuk mendapatkan jasa vendor yang memang sepadan dengan harganya. Terutama untuk mereka yang memiliki kapasitas untuk mengerjakan proyek dalam jumlah besar.

  3. Tetap terhubung dengan baik selama proses pembuatan, untuk sekaligus mengendalikan agar proses berjalan sesuai rencana.

  4. Pertimbangkan biaya pengiriman yang kemungkinan muncul saat Anda menggunakan vendor yang jaraknya cukup jauh dengan tempat Anda.

 

Itulah beberapa langkah yang Anda perlukan dalam proses pembuatan jas almamater. Semoga bermanfaat!

 

Apabila Anda Membutuhkan bantuan untuk bahan di atas bisa menghubungi kami di 081703812160 atau di web kami www.mitramulia.com

 

 

 

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article