Tunggu Apa Lagi Yuk Wujudkan Sukses Bisnismu Sendiri | Toko Kain Surabaya

Administrator 4 Dec 2020 at 22:22
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Tunggu Apa Lagi Yuk Wujudkan Sukses Bisnismu Sendiri

 

“Sebagian orang merasa takut untuk bekerja keras demi bisnisnya sendiri, tapi ia siang malam bekerja keras demi kesuksesan bisnis orang lain”

Anda pernah membaca kata-kata itu?

 

Memang terasa pedas menyindir, terutama bagi mereka yang masih bekerja untuk orang lain. Tapi tak bisa kita pungkiri pula bahwa hal itu memang benar. Ketika kita bekerja untuk perusahaan orang lain, sebenarnya kita sedang bekerja untuk kesuksesan bisnis orang lain. Bahwa nantinya ketika perusahaan menjadi semakin besar, umumnya bagian direksi atas yang merasakan lebih signifikan benefitnya.

 

Sangat wajar jika pembaca yang meski sudah gerah dengan kata-kata di atas, disisi lain masih merasa ragu untuk memulai bisnisnya sendiri. Itu memang sebuah keputusan yang besar yang tak setiap orang mampu mengambilnya. Tapi disini Anda akan segera tahu, bahwa memulai bisnis sendiri adalah pilihan yang sangat layak untuk diperjuangkan.

 
 

Memulai Perusahaan dari Garasi

 
Jeff Bezos Ceo Of Amazon credit amazon
Jeff Bezos Ceo Of Amazon credit amazon
 
 

Ketika kita bertanya tentang siapa orang yang paling sukses dengan bisnisnya, kebanyakan akan menjawab Jeff Bezos. Tak mengherankan karena ia sudah menjadi orang terkaya di dunia, dengan kekayaan yang sebagian orang menyebut “tak masuk akal”. Jika orang kebanyakan (menengah) memiliki kekayaan sebanyak satu genggam beras, maka kekayaan Jeff Bezoz layaknya puluhan karung beras.

Terasa menyenangkan pastinya, jika bisnis bisa sukses, memberikan banyak keuntungan dan bisa memberi manfaat bagi banyak orang. Bahkan Jeff Bezoz sendiri masih tak menyangka bahwa Amazon.com mampu mencapai kesuksesan hingga seperti sekarang. Perusahaan teknologi itu mampu mempekerjakan hingga 150.000 orang dari berbagai negara di seluruh dunia.

 

Padahal pada awal kali Jeff Bezos Amazon dari garasi rumahnya, dengan komputer dan perangkat seadanya. Siapa yang menyangka (bahkan Jeff sendiri masih tak percaya) bahwa usaha yang dimulai dari garasi itu bisa menjadi salah satu Big Four perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia.

Memang benar bahwa permulaan berdirinya Amazon menjadi hari-hari yang berat dan melelahkan bagi Jeff dan timnya. Tapi kegigihan pada akhirnya mengantarkan mereka ke kesuksesan bisnis. Mereka merasakan sendiri manfaat dari apa yang mereka perjuangkan selama bertahun-tahun, hingga saat ini tak perlu bekerja lagi. Segala pikiran, uang dan tenaga yang mereka investasikan untuk Amazon telah membuahkan hasil yang manis dan membanggakan.

 
 

Berbisnis Saat Masih Kuliah

 
Mark Zuckerberg Ceo FB credit Facebook
Mark Zuckerberg Ceo FB credit Facebook
 
 

Mungkin sekarang bukanlah hal yang baru lagi jika kita menemukan ada mahasiswa yang juga berbisnis sembari menjalankan studinya. Apalagi dengan teknologi internet yang memudahkan siapapun untuk berjualan dan membuat segalanya jauh lebih fleksibel. Bahkan para pelajar sekolah menengah pun ada yang juga sudah mulai berani untuk berbisnis sampingan.

 

Meski internet membuatnya tampak lebih mudah sekarang, tak mengubah kenyataan bahwa bisnis tetaplah sebuah tantangan tersendiri. Apalagi bagi mereka yang masih seorang pelajar atau mahasiswa, dimana sebagian besar waktunya masih tersita untuk mengerjakan tugas, belajar dan ujian. Tak terkecuali untuk Mark Zuckerberg yang memulai Facebook saat ia masih berkuliah di Harvard.

 

Mark saat itu mengajak empat orang temannya untuk membangun Facebook. Tapi hanya dua orang yang datang, karena sepertinya dua teman lainnya meragukan. Mahasiswa dengan kekuatan finansial yang masih lemah, memang terasa meragukan untuk bisa menjalankan bisnis. Tapi lambat laun fakta yang menjawab semua keraguan orang-orang.

 

Facebook menjadi salah satu perusahaan teknologi raksasa, memiliki media sosial dengan miliaran orang terdaftar dari segala penjuru dunia. Mengantarkan Mark sebagai salah satu orang terkaya di dunia dan sekaligus pemuda tersukses. Karena mampu mencapai level tersebut pada usia 30 tahunan.

 
 

Terinspirasi dari Hobi Menggunakan Ojek

 
Nadiem Makarim CEO GOJEK credit gojek
Nadiem Makarim CEO GOJEK credit gojek
 
 

Inspirasi bisa datang dari mana saja, memang sepertinya benar petuah itu. Kadang kita terlalu memaksakan untuk mendapatkan inspirasi dari hal-hal yang besar, padahal kadang ide hebat dari hal yang sederhana. Salah satunya yang didapatkan oleh Nadiem Makarim, yang dikenal orang dari perusahaannya, Gojek.

Saat itu belum ada ojek online seperti yang kita nikmati saat ini. Di Indonesia hanya ada ojek konvensional yang biasanya mangkal di tempat-tempat strategis. Kita harus mendatangi pangkalan supaya bisa mendapatkan jasa antar menggunakan sepeda motor. Sesuatu yang akhirnya menggelitik Nadiem untuk berinovasi dengan membangun perusahaan ojek online.

 

Membangun bisnis sudah merupakan usaha tersendiri, apalagi membangun sesuatu yang belum ada di wilayah market target. Indonesia belum mengenal sistem ojek online dan akhirnya membawa tantangan untuk Gojek bisa memperkenalkan diri. Meyakinkan kepada masyarakat Indonesia bahwa itu adalah produk yang solutif bagi masalah mereka.

Hingga akhirnya waktu yang menjawab semua doa dari Nadiem dan timnya. Gojek bukan hanya menjelma menjadi satu-satunya perusahaan Decacorn (nilai lebih dari Rp141 Triliun) di Indonesia, membuka jutaan lapangan pekerjaan, tapi juga membentuk budaya baru dalam transportasi bahkan mampu mendorong lahirnya regulasi tentang transportasi roda dua.

 

Bagaimana Pengusaha Bisa?

 

Setelah membaca kisah tiga pengusaha sukses di atas, seharusnya tak sulit untuk kita memahami mengapa mayoritas orang-orang terkaya atau orang yang dianggap sukses berasal dari kalangan pengusaha. Bukan berasal dari kalangan karyawan atau dropshipper yang sejatinya bekerja untuk para supplier.

Sangat wajar hal itu terjadi, karena :

1. Hasil Optimal

Jika Anda adalah seorang pimpinan tertinggi atau pemilik sebuah perusahaan, menjadi hal yang sangat mudah untuk mengendalikannya. Termasuk mengendalikan seberapa besar pendapatan Anda dari keuntungan perusahaan. Tak ada yang lebih berwenang dari Anda dalam menentukan besar pendapatan Anda sendiri.

Ketika bisnis semakin besar dan omset terus menanjak, Anda bisa langsung merasakan hasilnya. Bahkan meski Anda sudah tak bekerja dengan turun langsung pada aktivitas kerja, Anda masih memiliki hak yang besar atas keuntungan perusahaan.

Dengan menjadi seorang pengusaha, Anda bisa menentukan besar pendapatan Anda sendiri. Sebesar yang Anda inginkan, tak ada orang yang berhak membatasinya.

 

2. Berprogress

Alasan kedua mengapa menjadi pengusaha menjanjikan penghasilan dan kesuksesan adalah progress yang dijalani. Berbisnis sangat beda dengan Anda menjadi karyawan. Karena bisnis akan terus menuntut Anda untuk belajar hal baru, mencobanya, melewati tantangannya, lalu meraih keberhasilan baru. Begitu terus secara bertahap seiring berjalannya waktu.

Seperti petuah “hasil tak akan mengkhianati proses”, hal itu pula yang akan terjadi ketika Anda terus berprogress dalam berbisnis. Seiring berjalannya waktu pendapatan Anda akan terus naik, hingga melebihi rata-rata, dan pada akhirnya mencapai puncak. Itulah mengapa tak ada yang pernah menanyakan gaji pengusaha, karena memang nominalnya tak terbatas.

 

 
Karakter Kunci
Karakter Kunci
 

3. Karakter Kunci

Berbisnis dengan segala tantangan dan hambatannya, akan menjadi “paksaan” bagi mereka yang benar-benar ingin sukses. Tak ada pilihan selain menghadapi dan menaklukannya. Hingga pada akhirnya ia bisa melampaui semua itu, dan bersiap menghadapi tantangan dan hambatan baru.

Pada akhirnya, mereka yang mampu menjalankan dinamika sebagai pengusaha, secara alamiah akan menjadi orang yang berkarakter. Mereka yang pada akhirnya terbiasa untuk tak menyerah dengan keadaan, terus berusaha mencari peluang dan harapan, tak bosan berhenti hal baru, tumbuh menjadi manusia-manusia yang terus berkembang. Hingga di suatu titik mereka menemukan kepuasan dalam hidupnya dan dikategorikan sebagai orang sukses.

 

Mengapa Hanya Sedikit yang Sukses?

 

Pernahkah Anda bertanya tentang mengapa orang-orang yang sukses seperti mereka begitu sedikit? Jika memang menjadi seorang pengusaha adalah karir yang menjanjikan, mengapa lebih banyak orangtua yang ingin anaknya menjadi dokter, polisi atau pegawai negeri? Mengapa tak banyak orangtua yang ingin anaknya menjadi pengusaha?

Jawabannya sederhana, mereka hanya berfokus pada kesulitan. Orang-orang telah memahami bahwa menjadi pengusaha artinya harus siap dengan segala konsekuensi dan tantangannya. Bahwa itu menuntut kerja keras, keberanian, kebulatan tekad, kreativitas dan seterusnya.

 
Fail Your Way To Success
Fail Your Way To Success
 
 

Orang-orang akan berusaha untuk mencari alternatif semudah mungkin, namun mendapatkan benefit sebanyak mungkin. Itulah mengapa orang-orang berbondong-bondong mendaftar untuk menjadi pegawai negeri. Itulah juga yang orangtua harapkan pada anaknya, “kerja enak, gaji banyak”.

Sebagian lainnya yang sebenarnya memiliki potensi minat untuk menjadi seorang pengusaha, berhenti oleh persepsi negatifnya sendiri. Belum apa-apa, sudah terbayang berbagai kesulitan menjalankan usaha.

 

Bagaimana jika produk tak ada yang membeli?

Bagaimana jika tidak bisa membayar gaji pegawai?

Bagaimana jika stok barang kadaluarsa?

Bagaimana jika labanya terlalu kecil untuk diputar kembali?

 

Seperti itu saja yang terus berputar dalam otak, sampai tak ada ruang untuk memikirkan bagaimana solusinya. Ketika mulai putus asa dengan berbagai kesulitan tersebut, akhirnya berhenti pada alternatif yang mudah. Memilih dropship, yang sebenarnya itu hanya memperkaya para supplier.

Padahal jika mereka mau untuk mencari tahu lebih jauh, saat ini telah tersedia beragam kemudahan untuk menjalankan usaha. Ada teknologi internet untuk media pemasaran, kredit online untuk mendapatkan modal cepat, hingga mitra untuk menjalankan bisnis dari berbagai bidang.

 
 

Contoh Bisnis Garmen dari Nol

 

Bisnis garmen sebenarnya adalah salah satu bisnis yang memiliki peluang cukup besar, karena akan terus dibutuhkan. Selama manusia masih membutuhkan kain entah itu untuk pakaian atau keperluan lainnya, maka saat itu juga bisnis garmen tetap memiliki potensi.

Bisnis garmen bisa dijalankan dengan membuat produk lalu menjualnya atau menggunakan sistem pre-order. Dimana produk hanya dibuat menyesuaikan dengan jumlah permintaan atau pesanan. Sehingga produk yang selesai dibuat sudah pasti akan terjual.

 
Wujudkan Sukses bisnismu sekarang
 

Memang proses dalam bisnis garmen terdengar sederhana. Membuat desain produk yang akan dibuat, melakukan pemotongan kain, lalu menjahit kain sesuai desain, kemudian melakukan finishing. Tapi nyatanya tak banyak yang berani untuk mengeksekusinya, karena sudah khawatir dengan berbagai konsekuensi.

 

Salah satu alasan yang biasanya jadi hambatan adalah konsekuensi untuk membeli modal kain dalam jumlah besar. Padahal tak ada yang mengharuskan hal itu dan ada solusi untuk menjawabnya. Jika bisnis masih merintis, bisa dimulai dengan membeli kain dari vendor yang melayani eceran seperti Mitra Mulia misalnya.

 

Jadi ketika Anda bekerjasama dengan Mitra Mulia, Anda tak harus membeli kain dalam jumlah banyak. Anda bisa membeli sesuai dengan yang Anda perlukan saja. Misalkan Anda melayani sistem pre-order, Anda bisa membeli kain di Mitra Mulia sesuai kebutuhan untuk pesanan tersebut. Mudah, bukan?

 

Kita bisa lihat, saat ini salah satu bisnis garmen yang banyak dijalankan adalah bisnis pembuatan masker kain. Mengingat kebutuhannya sangat urgent (untuk mencegah penularan virus corona), masker akhirnya menjadi salah satu kebutuhan pokok. Apalagi bagi kalangan menengah ke bawah yang tak memiliki budget untuk menggunakan masker medis sekali pakai, masker kain menjadi alternatif yang jauh lebih ekonomis.

 

Mungkin banyak yang tertarik untuk mengambil peluang ini, tapi terhambat oleh keraguan mereka atas kualitasnya. Mengingat masker berhubungan langsung dengan aspek kesehatan dan nasib hidup pemakainya. Jika menggunakan bahan kain yang tidak mampu mencegah virus, maka produk itu juga tak solutif dan tak akan bertahan lama.

 

Padahal sebenarnya jawaban itu pun bisa dengan mudah terjawab. Karena jika Anda bermitra dengan vendor garmen berpengalaman seperti Mitra Mulia misalnya, mereka sudah menyediakan produk tersebut. Mereka adaptif dengan kebutuhan pasar dan menyediakan kain yang cocok digunakan untuk Masker penangkal virus Corona.

 

Salah satu produk terbaik mereka contohnya kain Osford yang water repellant, sehingga mampu menahan droplet yang menjadi media utama penyebaran virus Corona. Pebisnis masker bisa menggunakan kain Osford sebagai lapisan luar, lalu menggunakan kain yang lebih lembut dan nyaman untuk lapisan dalam.

 

Pemenang akan terus memunculkan solusi, sedangkan Pecundang akan terus memunculkan alasan dan masalah.

Jadi, mari tanyakan kepada diri kita lagi, Apakah bisnis memang sesulit itu?

 

 

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article