Bisnis Dropship Fakta dan Mitos yang Tak Banyak Diketahui | Toko Kain Surabaya

Administrator 27 Nov 2020 at 10:07
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Bisnis Dropship Fakta dan Mitos yang Tak Banyak Diketahui

 

 

Dulu, orang akan berpikir panjang jika mendapat saran untuk memulai usaha. Karena pasti akan langsung terbayang konsekuensi untuk menyiapkan modal, entah itu berupa uang atau barang. Seakan sudah menjadi sebuah kemutlakan bahwa hanya mereka yang bermodal, yang punya kesempatan untuk memiliki bisnis sendiri.

 

Ketika jaman berubah oleh teknologi digital, melahirkan sebuah gaya baru membeli produk, berbelanja secara online. Orang tak harus bertemu dengan penjual, tak harus melihat dan memilih barang secara langsung, pun tak harus membayarnya saat itu juga. Dimana itu kemudian melahirkan sebuah peluang bisnis baru, yang seakan memecahkan teori “Modal Bisnis” tadi. Dropship, yang orang bilang adalah solusi bisnis tanpa modal.

 

Sangat wajar jika kemudian banyak orang yang tertarik menjalankan bisnis dropship. Siapa yang tak ingin mendapatkan uang tanpa modal awal? Tapi apakah memang benar ada “Bisnis tanpa modal” itu? Anda akan segera memahaminya dari ulasan kami di bawah ini!

 

Dropship Sebenarnya Apa?

 
Barang yg di tawarkan dropship
Ilustrasi Barang yg di tawarkan dropship

 

Ketika awal membaca, bisa jadi apa yang kami maksud berbeda dengan apa yang Anda bayangkan dalam pikiran. Mungkin juga bahkan ada diantara pembaca artikel ini yang masih belum memahami seperti apa sebenarnya yang dimaksud dengan dropship itu. Karenanya, akan lebih bijak untuk memahami terlebih dulu bagaimana bentuk bisnis dropship.

Mereka yang memutuskan untuk bekerja sebagai dropshiper (sebutan bagi orang yang melakukan dropship), akan menjualkan barang orang lain. Jadi produk mereka adalah produk orang lain yang dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Sehingga dari situ mereka kemudian bisa mengantongi profit.

 

Contohnya Amelia menjual gamis buatan tangannya dengan harga 100ribu per potong. Kemudian ada Lisa yang tertarik untuk dropship produk gamis itu. Ia kemudian menawarkan gamis buatan Amelia ke teman-temannya dengan harga yang lebih tinggi, 150ribu per potong.

Ketika ada teman Lisa yang ingin membeli gamis itu, maka Lisa akan memesan dan lalu membeli gamis Amelia (sesuai yang dipesan). Keesokannya Lisa sudah bisa mendapatkan keuntungan langsung dari transaksi penjualan itu.

 

Jadi pada prinsipnya, dropship berjalan dengan mencari supplier lalu memasarkannya kepada orang lain, seakan-akan itu adalah produknya sendiri. Lalu apa hubungannya dengan teknologi online? Tentu saja hal itu akan memudahkan proses dropship. Karena :

 

1. Pembeli tak akan bisa mengetahui apakah itu produk asli Anda atau tidak, karena transaksinya berjalan secara tidak langsung

2. Dengan kecanggihan teknologi, Anda bisa langsung mengirimkan produk dari supplier kepada konsumen, tanpa menyentuhnya sekalipun

3. Anda bahkan bisa langsung menggunakan foto dari supplier sebagai media promosi, karena sangat mudah menyimpan foto dari internet

 

Itulah mengapa metode dropship diklaim sebagai bisnis yang bisa dijalankan tanpa modal. Tapi apakah memang demikian? Mari kita cek faktanya disini!

 
 

Bagaimana Dropship Berjalan?

 
pegawai mengecek barang stock inventory
Ilustrasi pegawai mengecek barang stock
 
 

Kalau membaca kisah Lisa yang menjual gamis buatan Amelia di atas, seakan memang Lisa tak mengeluarkan modal apapun. Ia hanya perlu menawarkan gamis Amelia ke teman-temannya, lalu bisa mendapatkan uang setelahnya. Tapi apakah Anda sadari bahwa ada yang terlewat?

 

  • Uang

Hal ini tetap Lisa butuhkan jika polanya ia membeli barang terlebih dulu ke supplier, sebelum menjualnya ke customer. Mungkin modal untuk membeli gamis terdengar kecil, tapi itu tetaplah modal yang perlu dimiliki di awal.

 

  • Smartphone

Kalaupun Lisa menggunakan fitur dropship di beragam situs toko online, ia memang tak membutuhkan modal uang. Karena dengan fitur itu, Lisa bisa menerima uang dari customer terlebih dulu sebelum memesan barang ke supplier. Tapi Lisa tetap membutuhkan Smartphone dengan koneksi internet untuk melakukannya, bukan?

 

  • Jaringan

Seandainya Lisa memang sangat mahir berjualan offline dan bisa menawarkan kepada orang tanpa membawa produk, mungkin ia tak membutuhkan smartphone. Tapi tetap saja ada, Lisa harus memiliki jaringan supplier untuk menjadi support systemnya.

 

Meskipun terdengar sepele, jaringan supplier sangat menentukan kesuksesan pemasaran. Karena logikanya, untuk bersaing dengan para kompetitor Lisa yang menjual gamis dengan harga 150ribu, maka ia harus mencari supplier yang menjual dengan harga dibawahnya. Tentunya itu bukan perkara yang mudah dan tak selalu berhasil pada pencarian pertama.

Jadi jika dilogika, tak ada bisnis yang benar-benar bisa berjalan tanpa modal. Pasti ada yang harus disiapkan dulu sejak awal memulai bisnis. Bahkan seorang tukang cukur pun harus menyiapkan keterampilannya jika mau orang mempercayakan rambutnya. Sehingga seharusnya bukan hal yang sulit, untuk Anda menilai bagaimana sebenarnya fakta dari bisnis dropship dan apa yang selama ini hanya mitos belaka.

 
 

Kenapa Banyak Orang Memilih Dropship?

 

Pegawai Mengepak barang sebelum di kirim ke pembeli
Ilustrasi Pegawai mengepak barang
 
 

Sebenarnya sangat mudah ditebak, kenapa dropship banyak diminati. Terutama yang menjalankannya secara online, entah itu dengan membuat toko online sendiri, memanfaatkan media sosial atau marketplace. Karena sistemnya menawarkan hal-hal berikut:

 

  • Kemudahan

Jelas saja dropship banyak dianggap yang paling mudah, karena untuk menjalankannya tak perlu melalui proses seperti :

- Menganalisa produk

- Membuat produk

- Bahkan beberapa sistem terbaru memungkinkan penjualan tanpa pengemasan dan pengiriman, karena semua prosesnya langsung dihandle oleh supplier.

Tak heran jika Anda bisa dengan mudah menemukan pelajar atau mahasiswa menjalankan bisnis dropship. Karena untuk menjalankannya hanya dengan promosi dan melakukan pemesanan ke supplier ketika ada customer membeli produknya.

 

  • Modal Ringan

Sekali lagi, bisnis dropship bukan tanpa modal, karena itu sudah terbantahkan sebelumnya. Kita bisa menggantinya dengan istilah “Modal Ringan”. Jika berjualan via internet minimal hanya perlu smartphone dan koneksi internet. Wajar jika membuat banyak orang tergiur, karena membuat mereka bisa memulai bisnis dengan biaya yang murah.

 

  • Fleksibilitas

Banyak yang beralasan bahwa bisnis dropship adalah bisnis yang fleksibel, karena bisa dijalankan dimana saja. Sebenarnya itu bukan keunggulan yang hanya dimiliki dropship. Karena faktanya teknologi internet membuat bisnis sekarang ini jadi lebih fleksibel untuk dijalankan. Jadi sebenarnya fleksibilitas itu bukan berasal dari dropshipnya, tapi dari teknologi yang dipakai. Jika dijalankan secara offline, tetap saja tidak bisa fleksibel.

Kalau orang-orang berhenti membaca disini, mungkin kebanyakan akan menganggap dropship adalah bisnis yang menyenangkan untuk dijalankan. Karena seakan terlihat begitu mudah untuk mendapatkan uang. Padahal setiap hal selalu punya dua sisi seperti uang logam. Akan jauh lebih bijak jika kita pahami juga, apa saja kelemahan dari sistem dropship yang berpotensi mengecewakan impian bisnis Anda.

 
 

Kelemahan Dropship yang Sering Terlewatkan

 

Gudang penuh barang sebelum di kirim ke pembeli
Ilustrasi Barang di gudang sebelum di kirim
 
 

Ada yang berkata bahwa apa yang instan dan mudah, pasti akan membawa konsekuensi yang justru lebih banyak. Entah apakah pepatah itu selalu berlaku, tapi sepertinya dropship juga salah satunya. Karena jika Anda memilih menjalankan dropship, Anda harus siap dengan semua hal ini :

 

  • Keuntungan

Produk apapun yang Anda jual melalui dropship, akan selalu sulit untuk dikembangkan margin profitnya. Apalagi jika supplier juga menyasar market Anda, persaingan harga menjadi semakin ketat. Jika Anda memasang harga terlalu mahal untuk produk yang sama, tak ada yang mau membeli. Selain itu Anda juga tidak bisa mengambil keuntungan dari selisih biaya produksi karena Anda menjual produk jadi. Itulah mengapa hampir tidak ada pengusaha sukses yang mencapainya melalui bisnis dropship. Karena keuntungannya tak banyak berkembang seperti halnya usaha yang dibangun sendiri.

 

  • Quality Control

Kelemahan berikutnya yang sering terlewatkan oleh para dropshiper adalah pengendalian kualitas. Mereka terlalu percaya dengan supplier, menganggap bahwa semua produknya akan bagus dan diterima oleh pelanggan dalam kondisi yang sama. Padahal peluang human error yang bisa terjadi sangat banyak. Misalkan saja jika ada pakaian yang sedikit robek dan terlewatkan pengawasan dari supplier, pihak Anda yang harus menanggung komplain dari pelanggan.

 

  • Hambatan Branding

Memang benar bahwa dropshiper bisa membangun branding di depan para pelanggan. Dengan membuat brand untuk toko online berikut dengan atribut-atributnya. Tapi pelanggan bisa sangat mungkin berpindah ke dropshiper lain atau bahkan langsung ke supplier. Karena mereka bisa mencari produk itu kembali menggunakan merek produk.

 

Sebagaimana kita tahu, merek produk cukup banyak yang ditempelkan secara permanen pada produk dan sulit untuk dipisahkan dari produk. Sehingga ketika pelanggan menerima produk tersebut, mereka bisa mengetahui darimana sebenarnya produk itu berasal. Ketika mereka menemukan bahwa harga supplier atau penjual lain lebih murah, sangat mungkin untuk berpindah haluan.

Sekarang Anda tahu, bahwa dibalik segala kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan oleh dropship, ada banyak resiko yang tak bisa disepelekan. Bisnis dropshiper memang bisa memberikan hasil, tapi tidak bisa berkembang banyak. Karena dengan adanya teknologi internet, memungkinkan untuk para supplier menjangkau para customer secara langsung dan memenangkan persaingan harga.

 

Nasib Anda akan selalu dipengaruhi oleh keberadaan supplier. Jika mereka tidak bisa menjaga kualitasnya, maka Anda yang kena imbasnya. Jika mereka sewaktu-waktu berhenti beroperasi atau mengalami kendala produksi, Anda pun yang harus memutar otak mencari supplier pengganti. Jika mereka melakukan branding terhadap produk, Anda pun harus mengekor di belakangnya.

Jika Anda ingin mendapatkan kesuksesan yang lebih besar, percayalah, dropshiper bukan jawabannya. Karena dropship adalah cara Anda untuk memperjuangkan kesuksesan orang lain, kesuksesan para supplier.

 

 

 

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article