Pahami Strategi untuk Menjual Produk Konveksi | Toko Kain Surabaya

Windy 25 Oct 2021 at 7:25
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Pahami 5 Strategi untuk Menjual Produk Konveksi

 

Menjual produk konveksi adalah salah satu alternatif usaha dengan prospek yang cukup menjanjikan. Hal itu karena semua orang pasti membutuhkan pakaian dan berkelanjutan. Selain karena kebutuhan, kegemaran mengikuti tren fashion, ingin tampil stylish, serta gaya terkini untuk menyesuaikan dengan momen. Itu yang semakin membuat orang termotivasi untuk menambah koleksi pakaian dan aksesoris yang dimiliki. Pada akhirnya permintaan pada produk konveksi selalu ada dan membuat bisnis ini peluangnya kecil untuk kehilangan peminat. 

Produk konveksi tidak harus bermodal besar. Sebagaimana pengusaha yang merintis,  berbisnis di bidang fashion juga dapat dilakukan secara bertahap dari bawah. Misalnya bisnis dilakukan mulai dari level rumahan. Dengan demikian, siapa saja bisa menjalankan usaha konveksi ini dan mempunyai kesempatan berhasil dalam menjalankannya. Apa saja strategi menjual produk konveksi agar berhasil? 

 

Strategi Riset Pasar

Riset pasar adalah aktivitas mencari data terkait:

  • Kebutuhan dan keinginan pasar
  • Cara pasar menggunakan pakaian atau produk konveksi
  • Cara pasar mencari informasi pakaian yang akan dibeli.
  • Alasan-alasan apa saja yang membuat pasar memutuskan membeli pakaian

 

Strategi Menjual Produk

 

Dengan melakukan pencarian informasi-informasi terkait pasar seperti di atas akan memberikan pebisnis konveksi gambaran terkait produk apa yang bagus untuk dijual. Selain itu pebisnis juga bisa mendapatkan inspirasi tentang bagaimana cara melakukan pemasaran, media pemasaran apa yang digunakan untuk memenangkan persaingan perebutan pasar. Itulah mengapa penting sekali pengusaha konveksi melakukan riset pasar sebagai pijakan tahap strategi selanjutnya dalam menjalankan bisnisnya.

 

Strategi Menentukan Produk

 

Strategi Menjual Produk

 

Setelah melakukan riset pasar, pengusaha konveksi akan memiliki data yang tepat terkait jenis produk yang akan dibutuhkan dan disukai oleh pasar. Untuk gambaran lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh kasus penentuan produk konveksi:

  1. Hasil riset pasar menunjukkan bahwa segmen yang potensial untuk ditarget adalah remaja laki-laki dan perempuan. Maka, beberapa alternatif produk pakaian sehari-hari yang bisa dipilih untuk kelompok itu antara lain: kaos, kemaja, celana yang bersifat unisex. 
  2. Pada kasus lainnya, segmen yang ditarget berdasarkan riset pasar adalah ibu-ibu rumah tangga. Maka produk konveksi yang lebih cocok untuk diproduksi adalah daster, homedress, piyama atau pakaian rumahan lainnya.

 

Strategi Suplier

Pemilihan suplier juga menjadi salah satu strategi yang penting dalam menjalankan usaha. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan jaminan bahwa usaha yang dijalankan nantinya didukung oleh pasokan bahan baku yang jelas. Adapun yang perlu dipertimbangkan dalam memilih suplier antara lain:

 

Strategi Menjual Produk

 

  1. Lokasi

Lokasi suplier perlu dipertimbangkan karena ongkos kirim adalah salah satu biaya produksi yang cukup besar. Itu yang terkadang menjadikan harga produk yang sebenarnya murah menjadi mahal karena beban biaya kirim. Belum lagi pertimbangan kecepatan dan efektifitas dalam mendapatkan bahan baku.

  1. Harga

Harga yang ditawarkan setiap suplier pun bisa berbeda-beda, meskipun menjual jenis dan kualitas kain yang sama. Meski selisihnya tampak kecil, misalnya Rp. 1.000 – Rp. 2.000 untuk harga permeter, itu tetap perlu menjadi pertimbangan dalam memilih suplier. Hal itu karena selisih yang kecil saat dikalikan dengan jumlah pembelian yang besar, akhirnya menimbulkan perbedaan harga yang besar juga.

  1. Varian produk

Varian produk yang dijual oleh suplier akan memberikan keleluasan bagi pengusaha konveksi untuk memilih bahan produk yang akan dibuat. Varian ini berupa kelengkapan warna kain atau benang, grade kain yang dijual serta jenis kain-kain yang dijual.

 

Strategi pemasaran

Dalam melakukan pemasaran usaha konveksi, salah satu hal yang perlu ditentukan adalah bagaimana model penjualan produknya. Apakah akan menjalankan penjualan model grosir atau ecer. Jika kapasitas produksi besar untuk perputaran produk, maka bisa mempertimbangkan untuk menjual secara grosiran. Sedangkan jika produksi masih kecil bisa menjual produk secara retail.

 

Strategi Menjual Produk

 

Selain model pemasaran, media pemasaran juga perlu direncanakan. Pelanggan di era internet selain datang langsung ke toko, juga terbiasa melakukan pembelanjaan secara online. Oleh karena itu, selain memajang hasil produksi di toko juga bisa memanfaatkan media sosial dan platform marketplace sebagai media pemasaran produk. Banyak keuntungan yang ditawarkan oleh sosial media maupun platform marketplace dalam mengoptimalkan pemasaran. Antara lain:

  1. Fasilitas gratis dan subsidi ongkir.
  2. Kemudahan metode pembayaran bagi pembeli.
  3. Kepercayaan bagi pembeli untuk melakukan transaksi.
  4. Layanan untuk melakukan promosi berbayar agar optimal menjangkau segmen tertarget.

 

Strategi keuangan

Pengelolaan keuangan juga perlu dilakukan agar bisnis konveksi tidak mengalami masalah keuangan dan berakibat usaha harus gulung tikar. Setidaknya strategi keuangan yang perlu dilakukan agar usaha konveksi berhasil adalah:

 

Strategi Menjual Produk

 

  1. Perencanaan keuangan

Perencanaan keuangan dilakukan untuk mengatur modal yang dimiliki, yang nantinya akan dilokasikan untuk memenuhi operasional usaha. Mulai pengadaan alat setidaknya mesin jahit dan mesin obras, pembelian bahan baku kain, pembelian perlengkapan menjahit seperti benang, gunting, kapur jahit, kertas pola, dan lain-lain.

  1. Pembukuan transaksi

Pembukuan transaksi ini perlu dilakukan untuk mengetahui arus keuangan yang terjadi. Selain itu pembukuan juga mempermudah kontrol, agar keuangan usaha mengalir sesuai dengan perencanaan.

  1. Pemisahan keuangan pribadi dengan usaha

Meski telah melakukan perencanaan dan pencatatan arus keuangan, pengusaha konveksi akan mendapatkan masalah serius jika keuangan usaha dan pribadinya tidak dipisah. Hal ini karena besar potensi uang untuk operasional usaha terpakai untuk kepentingan pribadi tanpa sengaja. Pada akhirnya, hal itu akan menghambat proses pengembangan usahanya.

 

 

 

 

 

 

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe
  • 4
  • 1661 views

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article