Tips dan Cara Ekspor Produk Fashion | Toko Kain Surabaya

Windy 23 Oct 2021 at 7:37
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Inilah 5 Tips dan Cara Ekspor Produk Fashion

 

Setiap pengusaha tentunya ingin mengembangkan bisnisnya, bahkan sebagian ingin bisa sampai di level internasional. Sebagai pengusaha fashion yang ingin memperluas segmen pasar, memperbesar omset dan laba, Anda mungkin mulai mencanangkan untuk mengembangkan usaha secara global. Terlebih dengan adanya beragam cerita pengusaha fashion yang sukses mengekpor pakaian jadi seperti batik, tenunan, rajutan, dress bahkan sesederhana t-shirt pun. Hal itu semakin menggugah motivasi untuk mengikuti jejak mereka.

Dengan konteks seperti itu, biasanya akan terbesit pertanyaan, bagaimana caranya pebisnis fashion bisa mengekspor produknya ke luar negeri? Berikut ini kami bagikan 5 tips dan cara untuk ekspor produk fashion!

 

Penuhi Persyaratan Dokumen Ekspor

 

Tips Ekspor

 

Sebagaimana hukum administrasi yang berlaku di negara asal serta negara tujuan, pebisnis yang akan melakukan ekspor diharuskan memenuhi dokumen antara lain:

  1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) 

Dokumen ini dapat diperoleh dengan mengurusnya di kantor Disperindag kota/provinsi.

  1. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 

Dokumen ini juga didapat dengan mengurus pada Disperindag kota/provinsi.

  1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 

Dokumen ini bisa didapatkan dengan mendatangi kantor pajak setempat atau secara online.

  1. Surat Keterangan Asal Barang.
  2. Dokumen lain yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

 

Riset Kebutuhan dan Keinginan Pasar

Perilaku konsumen akan dipengaruhi oleh bagaimana letak geografis dan juga interaksi sosial yang berlaku di negara tersebut. Oleh karena itu penting sekali mencari tahu bagaimana tren pakaian negara tujuan. Informasi terkait ini bisa didapat dengan melakukan pencarian informasi di internet atau menggunakan data riset yang dimiliki Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN). 

 

Tips Ekspor

 

Riset perilaku konsumen negara tujuan akan memberikan pebisnis informasi yang akan berpengaruh terhadap kebijakan produk fashionnya. Jika sudah memiliki produk, fungsi riset pasar negara tujuan memberikan pijakan apakah negara tersebut negara yang tepat atau tidak. Sedangkan jika produk fashion belum ditentukan, maka riset pasar akan membantu memberikan gambaran tentang produk apa yang sesuai dengan negara tujuan dan bagus untuk diproduksi.

 

Mendesain produk yang akan di ekspor.

Mendesain produk yang akan diekspor harus dengan rencana dan persiapkan matang. Produk yang Anda ekspor harus mampu menjawab kebutuhan dan keinginan pasar di negara tujuan. Selain itu, produk juga akan lebih baik jika mampu beradaptasi dengan perkembangan perilaku masyarakat yang kini mulai peduli dengan isu lingkungan. Produk fashion yang sustainable bisa menjadi pilihan dalam mendesain produk untuk memenuhi kebutuhan dan juga beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. 

 

Tips Ekspor

 

Selain beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen, juga perlu beradaptasi dengan regulasi standar pakaian negara tujuan. Misalnya di Indonesia, pakaian yang sesuai standart adalah pakaian yang berlabel SNI. Karena regulasi standart pakaian setiap negara berbeda, maka pengusaha juga perlu mengetahui standar pakaian negara tujuan. Pengetahuan ini juga menjadi pijakan mendesain produk mulai dari bahan, pengemasan hingga label pakaian.

 

Desain Promosi

Untuk menarik minat pasar Internasional perlu desain promosi yang tepat dalam menyasar segmen. Pilihan promosi yang bisa dipertimbangkan, yaitu:

  1. Membuat website

Situs web ini akan memberikan kemudahan bagi pembeli untuk mencari tahu terkait produk dan harga hingga melakukan transaksi di dalamnya. Terlebih lagi apabila website Anda dilengkapi dengan blog yang ramah SEO. Calon pembeli dari luar negeri yang sedang browsing bisa mendapatkan produk Anda sebagai salah satu rekomendasi teratas.

 

Tips Ekspor

 

  1. Memanfaatkan media sosial dan layanan iklan dengan jangkauan pasar negara tujuan.

Media sosial yang unggahannya bisa dilihat oleh pengguna dari negara lain, menjadi media potensial untuk media promosi bila Anda ingin mengekpor produk fashion Anda. Untuk hasil semakin optimal, Anda bisa terapkan promosi berbayar. Atur target promosi yang menjangkau pengguna media sosial di negara tujuan ekspor.

  1. Memanfaatkan e-commerce yang mempunyai jaringan hingga luar negeri

Beberapa e-commerce sudah ada yang memberikan fasilitas ekspor pada penjual yang tergabung di platform tersebut. Selain produk yang diunggah pada platform dapat menjangkau pasar luar negeri, proses ekspor Anda didukung oleh berbagai kemudahan. Mulai dari kemudahan pengiriman, pembayaran, hingga memastikan produk diterima customer di luar negeri. Semua proses itu didukung oleh jaringan yang dimiliki perusahaan e-commerce. 

  1. Ikut pameran produk bertaraf Internasional

 

Tips Ekspor

 

Dengan mengikuti pameran produk Internasional, Anda bisa mendapatkan peluang memasarkan produk pada calon pembeli di luar negeri. Selain menjadi media untuk mempromosikan produk, pameran juga memberikan manfaat lain bagi pebisnis untuk mengetahui siapa yang menjadi kompetitor. Pebisnis juga bisa memperoleh relasi, mengetahui trend pasar Internasional serta ilmu-ilmu baru untuk berhasil dalam persaingan memasarkan pakaian di pasar global. Pameran Internasional yang diikuti bisa pameran yang diadakan dalam negeri atau luar negeri. Trade Expo Indonesia adalah salah satunya, yaitu wadah pameran luar negeri yang diselenggarakan pemerintah.

  1. Menghitung kalkulasi biaya

Perhitungan anggaran untuk strategi ekspor tentu tidak akan sama dengan memasarkan ke segmen market dalam negeri. Dari perhitungan biaya-biaya ini nantinya akan berpengaruh pada harga jual produk di luar negeri. Melakukan ekspor produk fashion akan membutuhkan biaya terkait sampel barang yang dikirim, akomodasi pengiriman barang ke luar negeri, komunikasi bisnis dengan pihak luar hingga biaya konsultasi dalam melakukan bisnis atau biaya pemasaran dan pameran yang berskala internasional. Jika perhitungan biaya tidak cukup detail, hal itu akan berakibat pada kekeliruan dalam menetapkan harga jual. Pada akhirnya usaha yang dilakukan berpotensi mengalami kerugian.

 

 

 

 

 

 

 

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe
  • 62
  • 1763 views

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article