Inilah Dokumen Dan Syarat Ekspor Produk Fashion | Toko Kain Surabaya

Windy 21 Oct 2021 at 7:33
Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe

Ingin Ekspor Produk Fashion? Ini Dokumen Syaratnya!

 

Para pengusaha yang ingin ekspor produk fashion kadang menjadi ragu bukan karena kelayakan produk untuk menyasar international market, melainkan dokumen administrasi. Mereka merasa khawatir ada dokumen yang belum bisa dipenuhi sehingga menghambat proses ekspor. Memangnya apa saja dokumen yang harus dipenuhi untuk menjalankan strategi ekspor? Simak lebih lengkapnya di bawah ini!

Mengapa Dokumen Ekspor Harus Dilengkapi?

 

Dokumen Ekspor

 

Aktivitas ekspor yang didukung dengan dokumen yang lengkap akan lebih mudah untuk diproses setiap mencapai pos tertentu. Sebaliknya, barang-barang yang tidak diiringi dengan dokumen ekspor yang lengkap, pada akhirnya berpeluang menemui masalah berikut:

  1. Proses pengiriman barang terlambat, karena pengecekan dan konfirmasi yang lebih lama dibanding barang lainnya. Jika hal ini dapat ditoleransi oleh perusahaan penerima produk, mungkin tidak ada masalah serius. Namun, jika mereka menetapkan batasan yang cukup ketat, keterlambatan barang mungkin mengancam nasib kerjasama perusahaan Anda dengan mereka. 

 

Dokumen Ekspor

 

  1. Pada kasus yang lebih buruk, barang Anda bahkan dapat benar-benar ditahan oleh pihak yang berwenang. Hal ini karena pada umumnya, barang yang tidak dilengkapi dengan dokumen akan dianggap sebagai kiriman ilegal. Anda tentu tidak ingin mengalami hal ini bukan?
  2. Masalah itu masih belum cukup buruk karena Anda juga berpeluang menghadapi konsekuensi denda. Denda yang harus dibayar pun biasanya juga tidak sedikit dan secara otomatis akan mengurangi keuntungan dari strategi ekspor Anda.

 

Dokumen Ekspor Syarat

Supaya Anda tidak mengalami berbagai masalah di atas, sebaiknya penuhi persyaratan dokumen ekspor Anda sejak pertama pengiriman. Berikut adalah beberapa dokumen yang menjadi syarat untuk aktivitas ekspor di Indonesia:

  1. Invoice atau Faktur 

Dokumen ini berfungsi sebagai bukti transaksi yang diberikan dari pihak eksportir (Anda) kepada importir (perusahaan atau end-user yang menerima produk Anda). Invoice harus mencantumkan nomor, nama produk, harga per unit, total harga, identitas eksportir, identitas importir dan rekening pembayaran (opsional).

  1. Packing List 

Dokumen ini memberikan informasi detail tentang spesifikasi produk yang Anda ekspor. 

 

Dokumen Ekspor

 

  1. Bill of Lading (B/L)

Beberapa orang juga menyebut dokumen ini dengan Air Waybill. Yaitu bukti pengiriman untuk produk Anda yang dibuat oleh perusahaan pengiriman. Dokumen ini akan dirilis setelah kapal yang mengangkut barang Anda berangkat dari Indonesia. 

  1. Polis Asuransi

Jika pengiriman produk Anda menggunakan jasa asuransi, maka dokumen ini juga menjadi salah satu syarat. Karena nantinya dokumen ini yang menjadi bukti penanggungan yang menjamin keselamatan produk Anda sampai di tempat tujuan. 

  1. Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)

Dokumen ini berlaku sebagai surat pemberitahuan yang dibuat oleh eksportir. Untuk berikutnya dokumen ini diserahkan kepada kantor Bea dan Cukai, sebelum pengiriman. Pembuatan dokumen ini tidak harus dilakukan oleh pihak Anda, tapi juga dapat diwakilkan oleh forwarder yang mendukung pengiriman barang Anda. 

  1. Shipping Instruction (SI)

Dokumen ini juga dibuat oleh pihak Anda atau dapat diwakilkan oleh forwarder. Berguna sebagai dokumen syarat untuk melakukan booking container yang nantinya menyimpan produk Anda selama perjalanan di atas kapal. 

 

Dokumen Tambahan 

 

Dokumen Ekspor

 

Selain beberapa dokumen di atas, Anda juga perlu memperhatikan beberapa dokumen di bawah ini. Memang benar bahwa dokumen ini bersifat tambahan, namun juga penting untuk mendukung proses pengiriman produk Anda ke luar negeri. Berikut adalah beberapa dokumen tambahan untuk aktivitas ekspor:

  1. Certificate of Origin (COO)

Dokumen ini juga sering disebut sebagai Surat Keterangan Asal (SKA) di Indonesia. Dibuat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten/Kota/Provinsi. Kepemilikan dokumen ini akan membantu Anda sebagai eksportir untuk memperoleh keringanan biaya masuk di negara tujuan. Bahkan pada beberapa kasus, keringanan biaya dapat mencapai 0%.

  1. Certificate of Analysis (COA)

Dokumen yang berisi hasil analisa ini sebenarnya tidak terlalu penting untuk Anda miliki. Isi dari dokumen ini sudah harus disesuaikan dengan standar atau regulasi dari pemerintah negara tujuan. Anda dapat langsung mengurusnya dengan bantuan pihak independen yang sudah memiliki akreditasi. Pada umumnya dokumen ini banyak dibutuhkan untuk pengiriman produk yang bersifat kimia atau produk hasil pertanian. 

  1. Phytosanitary Certificate

Dokumen ini juga berhubungan dengan produk pertanian, untuk menjamin bahwa produk yang diekspor terbebas dari kuman atau jamur. 

  1. Fumigation Certificate

Sedangkan untuk produk ini menjelaskan bahwa barang yang diekspor telah difumigasi sesuai dengan standar. 

 

Dokumen Ekspor

 

  1. Veterinary Certificate

Dokumen ini tidak terlalu Anda butuhkan, karena sifatnya sebagai jaminan keamanan pangan. 

  1. Weight Note 

Dokumen ini berisi keterangan berat dari tiap kemasan produk Anda. Hal ini terkait dengan alat-alat yang nantinya diperlukan untuk mengangkut barang-barang Anda dari kapal ke darat. 

  1. Measurement List 

Sedangkan untuk dokumen ini  berisi rincian terkait dengan ukuran dari tiap kemasan produk. 

 

Pada kasus-kasus tertentu, Anda mungkin akan diminta untuk melengkapi dengan beberapa dokumen tambahan lain. Sehingga langkah terbaik untuk dapat menyiapkan dokumen yang lengkap adalah selalu update dengan regulasi pemerintah dalam negeri dan negeri tujuan. Semoga bermanfaat!

 

 

 

 

 

Share To:
Facebook Twitter Google+ WhatsApp Subscribe
  • 9
  • 1877 views

Tak mau ketinggalan update artikel terbaru kami ikuti kami, masukkan email anda & klik subscribe, Terimakasih


Recent Post


Related Article